```
Aishaiah. Powered by Blogger.
"Barang Siapa Mengenal Dirinya Sesungguhnya dia telah Mengenal Tuhannya..." (Ali bin Abi Talib)

Waktu yang sedikit...

Wednesday, May 19, 2010





Imam Syahid Hasan Al-Banna Mengatakan

" Ketahuilah, kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantu lah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan atau tugas selesaikan segera."

Perkataan ini menggambarkan betapa sedikitnya waktu di bandingkan dengan 'perkerjaan besar' yang harus di kerjakan, amanah mulia yang harus di tunaikan, matlamat yang mesti di realisasikan. Kadang-kadang kita tidak merasa memiliki sebuah kewajipan menjadikanbanyak waktu yang terbuang, kesempatan diabaikan, kekuatan disia-siakan, nasihat tidak di pedulikan, sehingga kebaikan tidak di titikberatkan. Realitinya, kita sering beralasan dan mengeluh kerana banyaknya kewajipan, lalu waktulah yang di salahkan. Padahal itu terjadi kerana kita tidak menggunakan waktu dengan cermat, suka menunda-nunda pekerjaan sehingga tidak mampu membantu diri sendiri apalagi orang lain.

Menurut imam Hasan Al-Basri, waktu hanya ada tiga. Waktu kelmarin yang bukan milik kita lagi, esok hari yang belum tentu kita punyai dan sekarang yang berada dalam gengaman kita.

Kebiasaannya para ulama yang terulung mengurangi masa tidurnya, waktu bekerja dan kesibukan mengurusi duniawi untuk memenuhi keperluan ukhrawi. Mereka menyedikitkan waktu tidur untuk membolehkan bangun malam. Mereka sedikit bercanda untuk merasakan nikmatnya ibadah. Mereka tidak berlebihan dalam bergaul untuk merasakan indahnya iman. Mereka menahan diri dari maksiat agar tubuhnya tetap sihat. Ibnu Rajab berkata, "Barang siapa yang memelihara ketaatan kepada Allah di masa muda dan masa kuatnya, maka Allah akan memelihara kekuatannya di saat tua dan saat kekuatannya berkurang. Ia akan tetap diberi kekuatan pendengaran, penglihatan, kemampuan berfikir dan kekuatan akal."

Kadang kala kita terlupa masa yang di berikan kepada kita itu terlalu sedikit, kita selalu tamak untuk memiliki apa yang kita inginkan, kita terlupa untuk menghargai saat-saat bersama dengan apa yang telah menjadi milik kita. Sehinggalah tibanya waktu Allah menarik balik apa yang di pinjamkannya kepada kita. Lalu kita terkesima dan tidak dapat meneriama apa yang Allah takdirkan kepada kita.

Kerana waktu kita begitu sedikit, kesempatan yang ada di dunia ini begitu sempit, mengapa kita tidak mengoptimumkannya menjadi untuk menjadi bekal di waktu-waktu sulit di hari di mana tiada bergunanya harta dan wang ringgit kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Kerisauan para pahlawan bukan mempersoalkan bila matinya, tapi bagaimana matinya? mati itu jelas tapi kualiti mati itu yang penting.

Oleh itu, masa yang sedikit ini haruslah maksimumkan penggunaannya, di terperincikan perancangannya agar kita tidak mejadi orang-orang yang menyesal suatu hari nanti...




















...Aishaiah...


I really... really... really mizzz my Daddy... Semoga di percepatkan waktu tuk bertemu lagi...

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Follow by Email

About This Blog

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP